Pendidikan & Wawasan

Rehab SDN 050705 Selotong Disorot Publik, Konstruksi Diduga Asal-jadi dan Terindikasi Korupsi

11
×

Rehab SDN 050705 Selotong Disorot Publik, Konstruksi Diduga Asal-jadi dan Terindikasi Korupsi

Sebarkan artikel ini

Warga serta pengamat minta APIP dan APH segera audit fisik dan keuangan proyek revitalisasi APBN Rp827 juta di Langkat

Keterangan Gambar: Papan informasi proyek Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN 050705 Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa 23/6/2026. Proyek senilai Rp827.557.621 bersumber dari APBN 2026 ini disorot publik karena kondisi konstruksi dinilai asal-jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis. Warga mendesak APIP/APH segera audit fisik dan keuangan untuk memastikan tidak ada kerugian negara.

LANGKAT,KedanNews.co.id – Proyek rehabilitasi SDN 050705 Selotong, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, kini menjadi sorotan publik. Hasil peninjauan lapangan Selasa 23/6/2026 menunjukkan kualitas pekerjaan terkesan asal-jadi, dengan sejumlah item bangunan dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pantauan di lokasi menemukan penggunaan material berkualitas rendah yang tidak sesuai standar bangunan. Tidak adanya balok cor pengunci gedung dan tapak duduk baja ringan memicu kecurigaan warga kepada pihak sekolah terkait mutu material serta volume pekerjaan.

“Secara kasat mata ini bukan standar rehab sekolah. Kami menduga kuat ada indikasi korupsi, mulai dari perencanaan sampai pengawasan. Dana negara harus dipertanggungjawabkan,” kata Anto, warga yang melihat langsung proses pengerjaan bangunan.

Berdasarkan data awal, rehab SDN 050705 Selotong bersumber dari dana revitalisasi APBN pusat Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp827.557.621. Pelaksana proyek dilakukan secara swakelola dengan ruang lingkup rehab ruang kelas, atap, lantai, pagar, dan paving blok.

Dugaan “terindikasi korupsi” muncul karena adanya selisih antara volume di RAB dengan kondisi fisik di lapangan. Warga menduga terjadi penggelembungan volume pada laporan akhir nanti.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah Sofyan belum memberikan jawaban atas konfirmasi via telepon maupun pesan WhatsApp dari awak media. Sementara Kabid SD Dinas Pendidikan Langkat, Fajar, merespons, “Baik bang, terimakasih informasinya akan saya tindak lanjuti dengan mempertanyakan antara RAB dan hasil kerja di lapangan apakah sudah sesuai.”

Pihak Dinas Pendidikan Langkat dan Inspektorat diharapkan menyerahkan dokumen jika diminta untuk audit. Warga dan LSM mendesak APIP/APH segera turun ke lapangan, melakukan cek fisik, hitung ulang volume, dan uji mutu material guna memastikan ada atau tidaknya kerugian negara.