SUMATERA UTARA, kedannews.co.id – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Batak Bersatu (SAPMA PBB) Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap sikap Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Antony, dalam menyikapi polemik yang muncul pasca aksi walk out Gubernur Sumatera Utara saat rapat paripurna DPRD Sumut pada Selasa (21/7/2026). Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap marwah lembaga legislatif sebagai representasi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris SAPMA PBB Sumut, Ari Sanjaya S. Meliala, pada Jumat (31/7/2026). Menurutnya, seluruh penyelenggara pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk menjaga etika dalam setiap agenda resmi kenegaraan, termasuk sidang paripurna yang merupakan bagian dari mekanisme konstitusional.
Ari berpandangan bahwa perbedaan sikap dan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan sesuatu yang lumrah. Namun demikian, menurutnya, seluruh pejabat negara tetap berkewajiban menghormati jalannya forum resmi hingga seluruh rangkaian persidangan selesai.
“Perbedaan pandangan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun, meninggalkan forum resmi sebelum sidang selesai bukanlah contoh etika kenegaraan (negarawan-red) yang baik,” tegas Ari.












