“Kita sebagai warga negara wajib melestarikan seni bela diri ini sebagai warisan budaya Nusantara,” katanya.
Ia juga menilai, bahwa kehadiran Tarung Derajat di kalangan pelajar cukup positif, apalagi saat ini banyak begal. “Sehingga dengan kemampuan Tarung Derajat bisa mengatasi gangguan di jalan,” imbuh kepsek.
Selanjutnya kepsek pun mengajak para pelajar untuk ikut berlatih. Ia mengatakan, bahwa Tarung Derajat akan menjadi salah satu materi ekskul di SMAN 21 Medan.
“Anak anak yang suka bela diri silahkan ikut. Kita akan buka ekskul secara resmi di SMAN 21,” sebutnya seraya menyebut, bahwa salah seorang guru di sekolah itu ternyata adalah pelatih Tarung Derajat, yaitu Mauris Pandapotan Sinaga SPd.
Selain kepsek, hadir juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan July Fitriana Nasution SSi, staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lusiana Rumapea SPd, dan guru-guru lain.
Cegah Tawuran
Kepada media, usai kegiatan, Bobby Octavianus Zulkarnain kembali menyampaikan, bahwa saat ini mereka sedang intens melakukan pengenalan Tarung Derajat ke sekolah-sekolah, khususnya di Medan.
Ia menambahkan, bahwa Tarung Derajat bukan melulu soal bela diri yang memang perlu dalam kondisi saat ini. Namun juga mengarahkan petarung untuk lebih bijaksana dalam kesehariannya.












