“Imlek Tahun ini adalah tahun kelinci air. Tahun yang penuh harapan, kedamaian dan kemakmuran. Kita berharap, makna yang terkandung di dalamnya bisa terwujud di Kota Medan. Namun, bagi kita semua, untuk memaknai Imlek, kita bisa belajar dari tokoh Tionghoa, Tjong A Fie. Darinya kita belajar bagaimana hidup saling bertoleransi dan membantu antar umat beragama dan etnis,” imbuhnya.
Mengenakan pakaian khas Tionghoa, di hadapan aparat penegak hukum, ayah tiga orang anak itu juga minta untuk bertindak tegas terhadap perilaku kejahatan. Terlebih, bagi para geng motor (gemot) yang kerap meresahkan masyarakat bahkan tak jarang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Pak Kapolres, untuk gemot-gemot ini, sikat saja, Pak. Bersikap tegas saja terhadap geng-geng yang meresahkan warga dan arah tindakannya anarkis. Kita sudah buat posko-posko kamtibmas di semua kecamatan. Tinggal sama-sama eksekusi di lapangan saja. Kasihan warga yang jadi korban,” tegasnya.
Di kesempatan itu, Bobby Nasution juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada 1.080 warga etnis Tionghoa Kota Medan secara simbolis. Medan Imlek Fair 2023 ini juga turut diramaikan 150 stand UMKM Kota Medan yang telah berlangsung sejak 1-5 Februari.












