Dilansir dari laman Kemendikbud, Guro-guro Aron berasal dari dua kata, yaitu “Guro-guro” dan “Aron”. Guro-guro bermakna senda gurau atau bermain, sedangkan Aron berarti muda-mudi (tidak terbatas usianya) dalam satu kelompok kerja untuk mengerjakan ladang. Jika digabungkan, maka Guro-Guro Aron berarti pertunjukan seni budaya Karo yang dilakukan oleh para muda-mudi suku Karo yang berada di dalam kelompok kerja yang mengerjakan ladang dengan menampilkan gendang Karo dan perkolong-kolong (penyanyi) diiringi tarian para muda-mudi.
Acara Juga juga dihadiri Anggota DPRD Dairi Jembal Ginting, Camat Tigalingga Saut Sinaga, Camat Tanah Pinem Jonathan Ginting, dan unsur Forkopimca dan tokoh-tokoh masyarakat.
Bupati Dairi hadir di acara Gendang Guro-Guro Aron Tigalingga, Jumat,17/11/2023. (kedannews.com/Sondang Silalahi)












