Pelayanan Primer Jadi Fokus
Dalam pandangan Rico, kebutuhan masyarakat memiliki cakupan yang luas. Infrastruktur yang memadai perlu berjalan bersama dengan akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pendekatan tersebut diarahkan agar pembangunan kota tidak hanya menghasilkan perubahan pada kawasan perkotaan, tetapi juga memberikan dampak terhadap kehidupan warga.
Pemko Medan juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi dalam sejumlah sektor pelayanan. Salah satunya diterapkan pada pengelolaan pajak daerah melalui aplikasi Qresto atau Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization.
Sistem tersebut menggunakan mekanisme split bill, sehingga pembayaran pajak daerah dapat dipisahkan dari transaksi dan dipantau secara real-time. Digitalisasi ini menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemko Medan untuk meningkatkan tata kelola di sektor perpajakan.
Di sisi lain, komunikasi langsung dengan masyarakat tetap menjadi perhatian. Rico memiliki program βSapa Wargaβ yang digunakan untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.
Menurutnya, mendatangi warga secara langsung dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai persoalan yang mereka hadapi. Pendekatan tersebut juga dikaitkan dengan kegiatan gotong royong di tingkat kecamatan.
“Lebih efektif apabila kita langsung datang menjumpai warga di setiap kecamatan sembari bergotong royong bersama,” bilangnya.












