Ketua Umum DHD 45 Sumut Mayjen TNI (Purn.) M. Hasyim mengatakan sangat berterima kasih dan menghargai sikap keluarga GG Djawak yang menghibahkan benda-benda bernilai sejarah peninggalan almarhum untuk dipamerkan di Museum Djoeang 45 sehingga koleksi Museum Djoeang 45 semakin banyak.
“Kami menghargai dan memberi apresiasi yang tinggi atas niat baik, inisiatif dan sikap keluarga almarhum yang menghibahkan benda-benda bersejarah itu untuk disimpan dan dijadikan koleksi Museum Djoeang 45 Sumut. Inisiatif dan niat baik ahli waris GG Djawak ini patut dihargai dan dijadikan contoh agar benda-benda bernilai sejarah para pejuang kemerdekaan itu bisa disimpan di Museum Djoeang 45 Sumut,” kata M. Hasyim.
Menurutnya, Museum Djoeang 45 siap menerima benda-benda bersejarah milik para pejuang kemerdekaan untuk dipamerkan sehingga masyarakat terutama generasi muda, mahasiswa dan pelajar yang datang berkunjung ke Museum Djoeang 45 dapat mengambil pelajaran tentang nilai-nilai juang yang dulu menjadi karakter para pejuang kemerdekaan kita.
Sementara itu cucu almarhum Andiko Imanuel Sembiring yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan katana itu adalah pedang milik samurai yang berhasil direbut kakeknya dari tentara Jepang yang kemudian dijadikan senjata dalam berperang melawan penjajahan Jepang. Tentang kisah perjuangan si kakek, Andiko tidak bisa menceritakannya secara detail karena dia belum lahir pada saat kakeknya meninggal dunia.












