“Tahun depan direncanakan hasil workshop cerita rakyat ini akan dibukukan dan dibuat dalam tiga bahasa. Yaitu Bahasa Indonesia Bahasa Daerah dan Bahasa Inggris,” papar Harun.
Dalam bincangnya kepada FPBD Sumut, Kaban Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara, Ir Ardan Noor MM mendukung dan mengapresiasi program FPBD Sumut. “Tentang persoalan budaya ini, kami serahkan kepada FPBD untuk lebih menelaahnya. Saya berusaha akan hadir untuk acara ini, sebab acara ini bagus,” kata Ardan.
Mengenai buku cerita rakyat akan dicetak.dalam 3 bahasa, Ardan mantan Kadispora Sumut, menyarankan pakai dua bahasa saja. Yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. “Saya saran pakai dua bahasa saja yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Covernya dibuat bagus dengan motif kedaerahan,” usulnya.
Selanjutnya Ardan juga menyarankan agar FPBD Sumut membuat diskusi-diskusi kecil soal budaya. Seperti ada isu yang tak mau disebut suku atau puak tertentu, dengan memanggil tokoh tokoh adat.
“Misal ada perubahan satu suku tak mau disebut masuk suku tertentu, cari apa akar masalahnya, diskusikan dan buat tulisannya sehingga ada kejelesan,” ujar Ardan yang berdialog akrab dengan Datuq Adil Ketua FPBD Sumut.












