Oleh : Jim Paul Mamahit
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan
Stunting atau keterlambatan pertumbuhan, merupakan kondisi buruk yang menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak-anak. Akibatnya, mereka berisiko mengalami masalah kesehatan dan kinerja akademik yang rendah di kemudian hari.
Sangat memprihatinkan, Indonesia masih memiliki angka stanting yang tinggi, mencapai 27,7% pada tahun 2021. Namun, masyarakat tidak boleh tinggal diam. Kita semua memiliki peran penting dalam memerangi permasalahan ini.
Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita dapat melakukan berbagai upaya konkret untuk mencegah stanting di lingkungan sekitar.
Pertama, memastikan asupan gizi yang seimbang bagi ibu hamil dan anak-anak. Makanan bergizi tinggi, seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat kompleks, harus tersedia secara memadai. Orang tua dan keluarga perlu menyadari pentingnya pola makan yang tepat untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
Kedua, mendorong akses dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang memadai. Imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemeriksaan kehamilan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah masalah gizi. Masyarakat harus proaktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di sekitar.
Ketiga, membangun lingkungan yang mendukung.












