Selain narkoba, jelas Bobby Nasution, tingkat kriminalitas juga tinggi di Medan bagian Utara akibat kondisi ekonominya. Dicontohkannya, jembatan di Kelurahan Belawan Sicanang yang baru selesai dibangun dan belum diresmikan, besinya sudah dua kali dicuri. Padahal jembatan itu sudah berpuluh tahun gagal dibangun.
“Ini terjadi karena faktor narkoba dan ekonomi. Oleh karenanya kami ingin menyumbang beberapa program untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Sebab, jika Belawan lumpuh, maka Medan juga akan lumpuh karena Belawan merupakan pusat perekonomian,” ungkapnya.
Terkait itu, ungkap Bobby Nasution, Rp.800 miliar dari Rp.7,8 triliun APBD Kota Medan untuk Medan bagian Utara guna mendukung program fisik maupun pemberdayaan sumber daya manusianya. “Selain pertumbuhan ekonomi, anak-anak remaja di Medan bagian Utara harus diberi pengetahuan dan pemahaman bagaimana mencintai bangsa dan negaranya. Salah satunya melalui PBN,” ungkapnya.
Melalui PBN ini, suami Ketua TP PKK Kota Medan ini berharap agar anak-anak dari Medan bagian Utara dapat dilatih dan dibina baik fisik, mental dan ilmu pengetahuannya sehingga mereka dapat diterima masuk militer. “Dalam setahun sekitar 50-100 anak kita bisa dilatih agar mereka dapat diterima masuk TNI. Jika pun gagal masuk TNI, mereka tentunya akan memiliki sikap dan mental seperti TNI,” paparnya












