Hal serupa juga disampaikan oleh Lukas Sinaga, salah seorang peserta Marjalengkat dari SMAN 1 Sidikalang. Pesta Njuah-Njuah ini telah menambah pengetahuan baru tentang permainan tradisional.
“Karena pesta Njuah-Njuah ini saya jadi tahu, ada permainan Marjalengkat dan Mergalah. Awalnya kami tidak mengenal permainan Mergala dan Merjalengkat ini. Tapi melalui pesta Njuah-njuah ini, kami jadi tahu kalau ternyata ini adalah permainan tradisional yang sekarang sudah tidak dikenal banyak orang. Jadi terima kasih untuk Pemkab Dairi yang sudah memperkenalkan kembali permainan ini,” katanya sumringah.
Sebagai informasi permainan marjalengkat merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang juga digolongkan sebagai bagian dari olahraga tradisional.
Sedangkan permainan Margalah adalah salah satu permainan tradisional berkelompok (grup) yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3- 8 orang. Permainan tradisional Margala ini mempunyai nilai-nilai positif, yaitu perkenalan dan membangun keakraban, membangun kepercayaan, membangun kerjasama, membangun komunikasi, membangun konsentrasi dan kepekaan, dan membangun kreatifitas.












