MEDAN, kedannews.co.id β Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (AMSUB) memilih memperkuat konsolidasi dan pendalaman isu menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Agenda unjuk rasa yang sebelumnya direncanakan berlangsung Selasa (20/10/2026) kini diarahkan pada diskusi publik untuk mematangkan tujuh tuntutan rakyat.
Perubahan agenda tersebut menempatkan penguatan substansi sebagai bagian penting dari strategi gerakan. AMSUB berupaya memastikan setiap tuntutan memiliki dasar argumentasi yang jelas, didukung kajian, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Koordinator Aksi AMSUB, Akhmad Bukhori Pane, menegaskan bahwa efektivitas gerakan mahasiswa tidak cukup diukur melalui jumlah massa yang turun ke jalan. Menurutnya, kualitas kajian dan konsistensi memperjuangkan aspirasi publik juga menjadi unsur penting dalam membangun gerakan yang terarah.
βPerubahan arah gerakan ini merupakan bagian dari strategi AMSUB untuk mematangkan substansi tujuh tuntutan rakyat agar lebih terukur, sistematis, dan memiliki landasan argumentasi yang kuat. Bagi kami, gerakan mahasiswa bukan hanya soal mobilisasi massa, tetapi juga tentang bagaimana setiap tuntutan dibangun melalui kajian, data, dan konsolidasi yang matang,β ujar Bukhori.












