Tebing Tinggi, kedannews.com – Banjir besar akibat meluapnya Sei Padang, yang melanda di 5 Kecamatan Kota Tebing Tinggi semakin meluas. Delapan puluh persen aktivitas warga di Kota Tebing Tinggi lumpuh, sebahagian warga mulai mengungsi ke Jalan – jalan yang tidak tergenang air.
Hasil pantauan media dilapangan, Sabtu (28/11/2020), kondisi air banjir semakin meluas menjarah sampai ke jantung Kota Tebing Tinggi. Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, Ir.H.Oki Doni Siregar, kondisi terakhir air bertambah, dan kita sangat prihatin mendengar keluhan warga.
Tidak hanya rumah dan toko warga yang terendam banjir, fasilitas umum seperti Rumah Sakit Sri Pamela menjadi sasaran air banjir kiriman.
Menurut salah seorang pegawai RS Pamela, Ban, banjir belum sampai ke ruang inap pasien, masih di sekitar parkiran saja, namun kalau ketinggian air bertambah, kami sangsi juga bang, mudah – mudahan airnya cepat surut, harapnya.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi kewalahan dalam penyediaan tempat berteduh (posko), akibat minimnya posko, warga terpaksa berteduh di emperan toko dan kantor – kantor.






