Plant Manager Sumali menambahkan, meski produksi menurun, dari sebelumnya 24.000 ton sampai 25.000 ton kini hanya tinggal 15.000 ton sampai 17.000 ton per minggu, pihak perusahaan tetap mengupayakan tidak melakukan PHK kepada karyawannya. “Meski jumlahnya turun Pak, tapi kami tidak ada melakukan PHK kepada karyawan,” katanya.
Menurut Sumali, pihaknya meminta perhatian pemerintah khususnya terkait keterbatasan kontainer keluar dan lainnya dalam proses pengiriman barang ekspor saat di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang dikelolah oleh PT Pelindo. Selain itu juga, perhatian pemerintah dalam hal penelitian isu kelapa sawit di Sumut.
“Kami berharap ada laboratorium bertaraf internasional di Sumut untuk menganalisa isu sawit, sehingga kami tidak perlu lagi mengirim sampel sampai ke Malaysia atau ke Jerman, apalagi biaya pengirimannya juga cukup mahal. Saya yakin kita bisa karena banyak ahlinya di sini, dulu Malaysia belajar sama kita di Indonesia,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Musa Rajekshah menyampaikan kunjungannya ke PT Pamin untuk mendengarkan permasalahan yang dihadapi para pengelolah perusaan khususnya dalam hal ekspor. “Tadi sudah disampaikan kendalanya dan ini menjadi catatan kami, namun saya perlu juga mendengar langsung dari Pelindo terkait keterbatasan kontainer yang keluar dari pelabuhan itu apa, secepatnya kami akan komunikasi ke Pelindo,” ujar Ijeck.












