Lebih lanjut dikisahkannya, bahwa saat dirinya masih muda, bahkan masih sekolah, ia tak malu untuk mengangon (menggembala) lembu. Ia juga menjadi seorang penggalas dan berladang untuk menutupi biaya sekolah.
“Usai tamat SMA, saya gak kuliah. Karena keterbatasan keuangan keluarga. Orang tua saya sudah meninggal dan saat itu abang saya sedang kuliah, adik saya sedang sekolah. Jadi saya membantu menopang kehidupan keluarga. Saya lakukan semuanya selagi itu baik, tanpa malu saya bekerja keras dan Alhamdulillah, sekarang saya rasakan hasilnya,”tutur Bupati sembari memotivasi sekaligus mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menjadi enterprenuer, pengusaha yang jujur dan bersosialisasi dengan semua orang dan golongan.
Diakhir kuliah umumnya, ia berpesan bahwa dalam menjalani hidup, selagi itu baik dan tidak merugikan orang lain, lakukan saja. Jangan malu untuk berbuat kebaikan, jangan menyerah. Mulai dari muda agar tuanya kita bisa nikmati,” pungkasnya.
Dikesempatan serupa, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani mengatakan bahwa ia mengenal pak Bupati sebagai pemimpin yang energic dan dekat dengan masyarakatnya. Hal ini terlihat adanya pembangunan yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat.






