MEDAN, kedannews.co.id β Lahan terbatas di area branggang Rutan Kelas I Medan dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan kemandirian. Sebanyak 200 ekor ayam kampung kini dipelihara secara rutin dengan melibatkan warga binaan dan anak magang.
Kegiatan tersebut bukan hanya diarahkan untuk menghasilkan aktivitas produktif, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta. Perawatan ternak dilakukan secara berkala, mulai dari pemberian pakan, pemeriksaan kondisi ayam, menjaga kebersihan kandang hingga memastikan kebutuhan ternak terpenuhi.
Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, Irawadi Purba, mengatakan pemanfaatan area branggang merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk kegiatan pembinaan.
βKami memanfaatkan lahan yang ada, termasuk area branggang, untuk kegiatan yang produktif. Melalui beternak ayam kampung ini, warga binaan bersama anak magang tidak hanya belajar bagaimana merawat ternak, tetapi juga belajar disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja secara konsisten,β ujar Irawadi.
Melatih Tanggung Jawab
Dalam kegiatan sehari-hari, warga binaan dan anak magang terlibat langsung dalam pemeliharaan 200 ekor ayam kampung tersebut.
Aktivitas itu menuntut konsistensi karena kondisi ternak perlu dipantau secara rutin. Selain memastikan ketersediaan pakan, peserta juga belajar mengenali kondisi ayam serta menjaga kebersihan lingkungan kandang.
Menurut Irawadi, keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan kegiatan pembinaan yang memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan.
βHarapannya, keterampilan yang mereka dapatkan di sini tidak berhenti selama menjalani pembinaan. Ke depan, keterampilan sederhana seperti beternak ini dapat dikembangkan dan menjadi salah satu bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,β tambahnya.












