Selain itu, kata Gubernur, bahwa di masa yang tidak jauh berbeda, juga datang tokoh agama Kristen bernama Nomensen, dimana para Aulia sudah hidup di daerah ini.
“Pada masa itu, toleransi sejak dulu sudah terjadi. Sehingga dari dahulu kami tidak ada persoalan dengan kerukunan umat beragama. Kalau ada yang mengatakan macam-macam, itu bukan orang Sumatera Utara,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur pun berharap Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin memberikan tausiah yang dapat menjadi pengetahuan penting bagi umat, sekaligus referensi dalam menjalankan kehidupan, baik dalam beragama maupun berbangsa.
Dari kegiatan Barus Berselawat untuk Indonesia, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin juga mengucapkan rasa syukur karena dapat kembali hadir di tempat mulia, masuknya Islam pertama di bumi Nusantara. Karena itu, acara yang memuliakan Nabi Muhammad SAW menurutnya sejalan dengan kehadiran Islam sebagai penerang bagi umat manusia.
“Nabi Muhammad (SAW) adalah cahaya matahari, cahaya bulan dan cahaya di atas segala cahaya. Membawa manusia dari kegelapan kepada cahaya. Tetapi pemilik cahaya itu adalah Allah, yang diturunkan kepada Nabi dan juga diturunkan kepada para pewarisnya para ulama dan wali,” jelas Wapres.












