Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perpustakaan Sumut Alen Purba, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapsel Parulian Nasution, Kepala Perpustakaan Tapsel Ongky Muda Atas, Ketua Organisasi Kemasyarakatan, para pegiat literasi, Camat serta Kepala Desa.
Dijelaskan Nawal, hasil survei beberapa lembaga survei dunia, menempatkan Indonesia pada peringkat paling bawah. Hal ini merupakan keprihatinan dan harus menjadi perhatian bersama.
“Ini pada survei Lembaga Program for International Studen Assesment (PISA) yang diterbitkan pada bulan Maret 2019 menempatkan Indonesia pada peringkat 74 dari 79 negara. Di Sumut menempati peringkat 18 dari 34 provinsi, ini merupakan kondisi yang memprihatinkan dan memperlakukan kita semua,” katanya.
Masalah yang dihadapi adalah akses buku yang saat ini dihadapi anak-anak di wilayah pedesaan. Bagi anak-anak di wilayah perkotaan untuk mendapatkan buku-buku bahan bacaan memang tidak mengalami kendala, mereka bisa datang ke toko buku dan perpustakaan dan lainnya. “Rendahnya minat baca akan bermuara pada rendahnya kualitas SDM manusia di pedesaan,” katanya.
Nawal menginginkan PD GPMB bersama unsur lainnya untuk dapat melahirkan generasi yang cerdas, terampil, mandiri, religius, serta berdaya saing, hasil dari generasi yang minat membaca. “Efeknya adalah untuk menambah informasi, memperkaya wawasan, mengasah daya pikir dan membentuk karakter mulia anak,” ujarnya.






