Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Lifestyle

Luncurkan Buku ‘Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri’ Edy Rahmayadi Berharap Bermanfaat Bagi Masyarakat

×

Luncurkan Buku ‘Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri’ Edy Rahmayadi Berharap Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis dan Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, saat berjalan memasuki lokasi acara peluncuran buku Sang Jenderal: Ayah Untuk Negeri di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Rabu (24/11).
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis dan Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, saat berjalan memasuki lokasi acara peluncuran buku Sang Jenderal: Ayah Untuk Negeri di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Rabu (24/11).

“Demi Tuhan setiap pagi saya selalu sujud setelah Salat Subuh, yang saya doakan salah satunya jagalah aku ya Allah, dan seluruh keluargaku, dan seluruh rakyat Sumut, karena saya Gubernur Sumut, saya bertanggung jawab dunia dan akhirat,” ucap Gubernur.

Pj Sekdaprov Sumut Afifi Lubis mengharapkan buku tersebut dapat memberikan motivasi kepada generasi muda. Sebab menurutnya, buku tersebut menggambarkan nilai patriotik, tanggungjawab, kepekaan, dan kerja keras dari Edy Rahmayadi hingga menjadi seperti sekarang.

MEMPROSES ADSENSE...

“Doa kita bersama, semoga buku ini dapat menjadi sumbangan memperbanyak jumlah buku berkualitas sehinggga mendorong minat baca di tengah masyarakat, penulisan buku kiranya jadi inspirasi bagi tokoh untuk ikut menuturkan perjalanan hidup lewat buku,” kata Afifi.

Sebagai informasi, buku yang diluncurkan tersebut berbentuk novel biografi. Penulis buku Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri, Ihsan Satrya Azhar mengatakan dipilihnya bentuk novel agar dapat menjadi bacaan santai dan diminati banyak orang. Meski novel, tim penulis melakukan banyak riset dan wawancara.

“Semoga bacaan ini bermanfaat dan memecah kebuntuan literasi, meski dalam bentuk novel kita menjaga akurasi, makanya kita melakukan riset, baik wawancara dan datang ke lokasi untuk melihat settingnya,” kata Ihsan.

Sumpah Pemuda Pemko Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *