“Sekalian dirangkaikan acara menjamu anak yatim piatu dengan tasykuran aqiqah anak saya yang bernama Nakhla Aghniya Sakeena Siregar,” terangnya.
Ia meyakini bahwa rasa syukur yang terus dipanjatkan atas nikmat yang diberikan Allah SWT akan mendatangkan keberkahan yang lebih besar.
“Saya yakin dan percaya jika kita terus dan tetap bersyukur atas nikmatNya niscaya Allah pasti menambahnya,” tutur pria yang telah dikaruniai empat orang anak tersebut.
Kegiatan syukuran dan santunan itu turut dihadiri sejumlah ulama yang memberikan tausiah dan doa bersama, di antaranya Tuan Guru Basri AT, Tuan Guru Prabu Kresna Erde, Al Ustad Sangkot, Al Ustad Slamat, dan Al Ustad Erwin.
Rangkaian acara diawali dengan jamuan makan bersama bagi anak yatim piatu dan kaum duafa dengan berbagai menu yang telah disediakan panitia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Suratul Al Fatihah, tahtim, dan tahlil singkat yang dipimpin Al Ustad Sangkot.
Acara syukuran dan santunan tersebut dipandu oleh Al Ustad Erwin, sementara prosesi upah-upah sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak keempat Lufhan Siregar dipimpin langsung oleh Tuan Guru Basri AT.






