Dubes Belgia Soroti Posisi Strategis Medan
David Jordens mengungkapkan alasan memilih Medan sebagai kota pertama di Pulau Sumatra yang dikunjunginya setelah mulai menjalankan tugas sebagai Duta Besar Belgia untuk Indonesia pada awal Agustus 2026.
“Saya tertarik mengunjungi Medan karena kota ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang internasional dan akses menuju berbagai wilayah di Sumatra,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka peluang untuk memperkuat kembali jalur hubungan Belgia dengan Medan. Salah satu rencana yang disampaikan David adalah mengaktifkan kembali Konsul Kehormatan Belgia di Medan.
Menurut David, posisi tersebut sebelumnya telah tersedia, tetapi tidak lagi aktif. Pengaktifan kembali konsul kehormatan diharapkan dapat menjadi penghubung dalam memperlancar berbagai kepentingan yang berkaitan dengan hubungan Belgia dan Medan.
“Konsul Kehormatan di Medan untuk mempermudah jalur diplomasi, bisnis, dan hubungan antarwarga,” tambahnya.
Pembahasan kemudian melebar pada potensi komoditas kakao yang dimiliki Sumatra Utara. Belgia memiliki pengalaman panjang dalam industri cokelat sehingga komoditas kakao dari daerah ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama yang lebih konkret.
David menyebut Belgia telah memiliki pengalaman dalam industri cokelat dan sebelumnya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra di Indonesia.
Potensi tersebut membuka ruang bagi Sumatra Utara untuk tidak hanya memasarkan kakao sebagai komoditas mentah, tetapi juga melihat peluang pengembangan rantai nilai melalui industri pengolahan.
Pertemuan Rico Waas dan David Jordens dengan demikian menjadi pintu awal penjajakan kerja sama yang cakupannya cukup luas. Dari transformasi transportasi dan pengelolaan lingkungan hingga pendidikan, kesehatan serta komoditas kakao, hubungan Medan-Belgia berpeluang dikembangkan ke arah kerja sama ekonomi dan pembangunan perkotaan yang lebih konkret.












