Perjuangan dalam menempatkan pendidikan pada hak yang harus didapati perempuan merupakan hal mulia dan paling benar serta berarti. Pendidikan adalah senjata dalam mempersiapkan generasi bangsa yang haus intelektual. Tiba masanya ketika membayangkan seseorang tidak dibekali pendidikan maka bagaimana cara menambah cakrawala berfikir agar melanglangbuana mencapai dalamnya ilmu pengetahuan.
Dihari kartini ini sudah selayaknya kita sadar sebagai perempuan Indonesia harus memandang kembali alur mundur terhadap perjuangan tokoh-tokoh perempuan dalam mencapai emansipasi atau feminisme yang dibuat untuk mendapatkan kesetaraan dan hak-hak perempuan.
Mengingat dan mengembangkan serta menciptakan kembali torehan-torehan perjuangan terhadap perempuan Indonesia, sejatinya cara dalam menghargai diri dan takdir sebagai perempuan. Bangsa ini butuh perempuan yang memiliki inteletual yang baik, cerdas dan kesadaran terhadap permasalahan umat, terkhusus juga permasalahan terhadap perempuan-perempuan.
Didalam buku Edward W. Said yang berjudul Peran Intelektual, menjelaskan makna dari kata intelektual, yang pernyataan didalamnya harus kita ingat ialah dosa terbesar bagi kaum intelektual apabila tidak berani menyampaikan apa yang diketahuinya. Hal ini menjelaskan menjadi seorang intelektual harus berani. Ibu RA. Kartini seorang kaum intelektual yang sebagai pelopor dalam kebangkitan perempuan pribumi.












