Salah seorang warga, yang merupakan tetangga korban, M boru Hutabarat, mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 11.00. Wib.
“Aku mendengar suara yang berteriak, apiā¦api, dan kulihat asap membumbung tinggi dan tebal, karena ada yang menjerit makanya kami tahu,” sebut Boru Hutabarat.
Orang tuanya ada didapur, bapaknya diladang, sedangkan anaknya tertidur dikamar. “Anaknya ini sudah biasa tidur siang, pulang sekolah Taman Kanak – Kanak (TK) langsung tidur dia, dan adiknya pun ikut juga tidur,” ujarnya.
Ketika ditanya asal api, Boru Hutabarat mengatakan tidak mengetahui, karena saat itu asap sudah mengepul mengepung rumah Benni.
Camat Kecamatan BP Mandoge, Muliadong, membenarkan kejadian tersebut, berdasarkan keterangan warga, dua anak tewas terpanggang.
“Kebetulan si Betrand pulang sekolah TK, kata warga kondisinya kurang sehat, dan langsung masuk kamar istirahat dan tertidur, adiknya juga ikut tertidur persis disamping abangnya,” ungkap Camat.
Warga sekitar juga telah berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya, namun tidak berhasil menyelamatkan korban. Tim pemadam juga datang kelokasi, dan langsung melakukan pendinginan, ulas Camat.












