Yayasan Pusuk Buhit sendiri sudah memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menetapkan Hari Ulos 17 Oktober melalui surat tertanggal 19 Oktober 2015. Permohonan penetapan karena ulos sudah menjadi bagian yang melekat dan tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan orang Batak, yang digunakan dalam berbagai kegiatan puak Batak dan Habatahon.
Efendy Naibaho menambahkan, dalam surat ke presiden juga dipaparkan sejarah dan keberadaan ulos termasuk definisi, jenis, corak, dan ragam yang banyak sekali dan masing masing mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri yang mendalam, serta sarat makna dalam suka dan duka bagi puak Batak.
Rencana seminar Hari Ulos pun dirancang menindaklanjuti Surat Plt Direktur Sejarah Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nono Adya Supriatno, No 5418/ES/LL/2015 tertanggal 5 November 2015 perihal Permohonan Hari Ulos 17 Oktober.
Kemudian pada 5 agustus 2016, digelar Seminar Nasional Ulos l Kajian Akademik tentang Pentingnya Ulos di FISIP USU, Medan. Ketua panitia seminarnya Murniati Tobing Huber dan Rytha Tambunan serta Muriyanto Amin, Dekan Fisip USU dan Efendy Naibaho dari Yayasan Pusuk Buhit.












