βImlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi,β katanya.
Menurut Rico Waas, Kota Medan dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat. Ia menilai, semangat kebersamaan tersebut harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial dan modal pembangunan daerah.
Lucky Prosperity Expo 2026 juga dirangkaikan dengan pembukaan dan peninjauan Fa Hua Exhibition 2026. Pameran ini menampilkan beragam karya seni dan ornamen budaya Tionghoa, seperti Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, legislatif, tokoh agama, dan komunitas budaya dalam kegiatan tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam memperkuat nilai toleransi dan keberagaman di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.
Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan expo yang dinilai mampu mempererat hubungan antarkomunitas. Ia menyebut, kegiatan budaya seperti ini menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persatuan masyarakat.












