Ia menilai kemampuan bahasa memiliki peran dalam membantu peserta memahami lingkungan kerja sekaligus berinteraksi selama berada di Jepang. Karena itu, calon peserta pemagangan perlu memperoleh pembekalan sebelum diberangkatkan.
Pembekalan tersebut mencakup pengetahuan, keterampilan, kompetensi kerja, serta kemampuan berbahasa. Persiapan itu diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi tuntutan pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di negara tujuan.
Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam penguatan pelatihan tenaga kerja. Afriansyah menyebut daerah tersebut memiliki jumlah penempatan pekerja migran yang tinggi sehingga peningkatan kualitas pelatihan dinilai penting untuk memperkuat kesiapan calon pekerja.
Di sisi lain, Wamenaker mengingatkan masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar tidak sembarangan memilih jalur penempatan. Tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi, menurut dia, perlu disikapi secara hati-hati.
Masyarakat juga diminta memastikan proses keberangkatan dilakukan melalui mekanisme resmi dan sesuai ketentuan pemerintah. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko persoalan yang dapat muncul ketika calon pekerja menggunakan jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur.












