Orang Tua Diminta Waspadai Gangguan Pendengaran
Selain pembagian perlengkapan sekolah, kegiatan tersebut diisi edukasi mengenai deteksi gangguan pendengaran sejak dini yang disampaikan dr. Siti Masliana Siregar, yang juga Ketua TP PKK Sei Agul.
Siti Masliana menjelaskan bahwa gangguan pendengaran pada anak dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya kondisi bawaan sejak lahir, infeksi yang terjadi selama kehamilan, trauma fisik hingga efek samping penggunaan obat tertentu, termasuk obat untuk penyakit TBC.
Ia meminta orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang bisa menjadi tanda adanya gangguan pendengaran.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak tidak memberikan respons ketika dipanggil, sering meminta orang lain mengulangi ucapan, menggunakan volume televisi atau telepon seluler terlalu tinggi, serta mengeluhkan telinga berdenging.
Menurut Siti Masliana, gangguan pendengaran yang tidak segera ditangani berpotensi memengaruhi aktivitas anak di lingkungan sekolah.
Kesulitan mendengar dapat membuat anak mengalami masalah konsentrasi dan berpengaruh terhadap prestasi belajar. Kondisi tersebut bahkan dapat menyebabkan anak keliru dinilai tidak patuh ketika sebenarnya tidak mampu mendengar atau memahami panggilan maupun pembicaraan.
Karena itu, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter spesialis THT apabila menemukan gejala yang mengarah pada gangguan pendengaran.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang memperkuat kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan dan perlindungan anak di Kecamatan Medan Barat.






