“Kami berterimakasih kepada Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Aceh Tamiang baik dari periode sebelumnya yang telah mengawali tahap demi tahap dan berperan sebagai fasilitator, motivator serta sebagai pendamping,” ungkap Wabup Aceh Tamiang.
Secara pribadi Insyafuddin menyampaikan harapan kepada Majelis Pendidikan Daerah dan Tim Penyusun Kurikulum untuk mengembangkan kurikulum ini dengan mengikuti perkembangan zaman agar lebih efektif dan efesien.
“Saya berharap dengan memanfaatkan sarana dan prasarana kurikulum pembelajaran ini dapat dibuat dalam bentuk video yang lebih bisa menarik perhatian anak-anak. Pencotohan sikap dan perilaku baik melalui video akan lebih cepat dapat dipahami anak-anak,” pintanya kepada Tim Penyusun Kurikulum.
Sebelumnya pada pembukaan acara, Ketua Majelis Pendidikan Daerah Kab. Aceh Tamiang, Fahmizar, S.Pd menyampaikan bahwa kurikulum muatan lokal ini merupakan sebuah mata pelajaran untuk mengembangkan potensi daerah sebagai bagian dari upaya dan meningkatkan mutu pendidikan di madrasah/sekolah.
“Muatan lokal sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah dimana sekolah itu berkembang. Dalam potensinya, kita berbudaya Tamiang dan salah satu bagian dari Provinsi Aceh tentu saja kami ingin mengembangkan kearifan lokal daerah Tamiang yang berbasis budaya syariah”.












