Putera mengungkapkan, selain wadah kreativitas seni rupa, lomba mural ini bertujuan untuk membuat pesan-pesan pembangunan lebih menarik dan dekat kepada masyarakat.
Dia menambahkan, pihaknya sengaja menjadikan pagar tembok kantor kecamatan sebagai media lukis peserta lomba. Tujuannya memberikan sajian seni rupa pada warga yang datang ke kantor kecamatan sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembangunan.
“Warga yang datang ke kantor kecamatan jadi bisa menikmati dan mendapatkan pesan pembangunan melalui karya seni,” ungkapnya.
Selain lomba mural, lanjut Putera, Kecamatan Medan Helvetia juga menggelar berbagai perlombaan lain sejak minggu lalu. Salah satunya adalah Lomba Patok Lele khusus untuk TP PKK di Kecamatan Medan Helvetia.
“Selain melestarikan permainan tradisional, sekaligus untuk membangkitkan memori ibu-ibu yang kemungkinan besar sewaktu kecil pernah main patok lele,” sebutnya.
Di samping itu ada juga pertandingan sepak bola mini untuk kaum bapak. Putera mengatakan, seluruh pemain tidak boleh mengenakan sepatu. Seragam pun tidak ditentukan. Persyaratan ini untuk meringankan biaya tim yang ikut berlomba.












