“Saya telah meninjau beberapa titik yang bisa dijadikan kolam retensi nantinya. Saya sudah komunikasikan kepada camat, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Ruang dan Dinas PU untuk saling berkoordinasi apakah bisa dijadikan kolam retensi. Jika dari drainase langsung dialirkan ke sungai dan sungainya meluap, tentu sama saja. Untuk itu air kita tampung dulu di kolam retensi, baru kemudian dialirkan ke sungai,β ungkapnya.
Upaya Bobby Nasution dalam menangani banjir di Kota Medan dengan membuat kolam retensi dan membenahi saluran drainase dari hulu hingga hilir mendapat apresiasi dan dukungan dari Dosen Bidang Manajemen Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil UMA Ir Melloukey Ardan MT. Dikatakannya, upaya yang dilakukan Wali Kota ini tentunya untuk kebaikan masyarakat Kota Medan dan tentu harus didukung.
βNiat atau ikhtiar ini pastinya untuk kebaikan kita semua yakni masyarakat Kota Medan. Tentunya hal ini harus kita support dan sangat kita apresiasi. Namun tentunya ini semua harus direncanakan dengan baik dan matang sehingga hasilnya efektif,β kata Melloukey.
Kemudian Melloukey menjelaskan, filosofi dari hujan bahwasannya air sejatinya mengalir ke tempat yang lebih rendah dan akhirnya mengalir ke sungai atau laut. Air hujan yang jatuh ke darat, jelasnya, mengalami 3 situasi yakni mengalami filtasi, intersepsi dan evaporasi. Melloukey menjelaskan, mengalami filtrasi maksudnya air hujan meresap ke dalam tanah dan sisanya mengalir ke lokasi yang lebih rendah. Hal ini, jelasnya, harus diatasi dengan fokus menyempurnakan drainase yang baik dan benar.












