“Masalah yang paling klasik adalah banjir rob. Pemko Medan juga telah berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI untuk menangani persoalan ini. Namun, kita mengetahui masih ada pro dan kontra dari masyarakat. Bukan menolak, hanya saja, mungkin masyarakat belum sepenuhnya memahami hal itu. Oleh karenanya, kita telah memasifkan komunikasi dan sosialisasi di masyarakat. Untuk itu juga lah kita hadir di sini,” jelasnya.
Kemudian, mengenai hal apa saja yang disampaikan masyarakat saat berkantor di Medan bagian Utara, Bobby Nasution mengungkapkan, masyarakat banyak menyampaikan persoalan terkait infrastruktur, ekonomi dan penyaluran bantuan.
“Kita paham, mungkin dalam penyaluran ada kendala. Jadi, semua kekurangan yang disampaikan, kita terima, koreksi dan evaluasi. Kemudian, jika ada yang berkaitan dengan Pemerintah Pusat, pasti akan kita komunikasikan,” imbuhnya.
Dalam siaran langsung yang mengusung tema “Medan, Kota Medical Tourism” tersebut, ayah tiga orang anak ini mengaku menggagas program tersebut karena bentuk keprihatinannya. Sebab, banyak warga Kota Medan yang lebih memilih untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di negara-negara tetangga yang jaraknya bisa ditempuh dengan cepat menggunakan moda transportasi udara.












