“Saya anak kolong, yang dulu saat SMA sering juga tawuran dan berkelahi. Saat itu masih remaja, masih mencari jati diri,” jelasnya.
“Ayah saya saat itu adalah tentara dari angkatan laut, dan dari dulu memang bercita-cita menjadi tentara,” ujarnya.
“Saat mendaftar di AKPOL yang saat itu AKABRI, saya masih mengenakan pakaian sekolah, dan Alhamdulillah masuk, kemudian saat itu ikut tes psikologi masing-masing Matra, dan lulus di kepolisian,” terangnya.
“Lulus menjadi prajurit pratar atau calon prajurit taruna untuk Matra kepolisian pada saat itu tahun 1990, dan lulus tahun 1993,” ujar M Anwar.
Menurut Kombes M Anwar, berbagai jabatan penting telah di pegang dan di jalani, akan tetapi saat menjadi Kapolsek Kuta Bali adalah pengalaman yang paling menegangkan.
Karena saat itu, ada tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali diguncang bom.
Saat itu, ketika pukul 22:00 WITA, saya bersama anggota baru saya berpatroli keliling dan juga lewat di depan Paddy’s Pub dan Sari Cafe, kemudian kembali ke Polsek Kuta pukul 22:45 WITA.












