Selain stunting, Bobby Nasution dalam rapat kerja tersebut, juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah agar mengatasi kemiskinan ekstrim yang ada di wilayahnya. Sesuai target Nasional, kemiskinan ekstrim di tahun 2024 harus 0 %. Untuk itu Camat dan Lurah diminta untuk menginventarisir kemiskinan ekstrim yang ada di wilayahnya dan dapat menggunakan dana kelurahan untuk membantu mengatasinya.
Selanjutnya Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali menegaskan kepada seluruh OPD dan Camat agar dapat menjalankan lima program prioritas dengan sebaik-baiknya. Wali Kota Medan berpesan secara tegas agar jangan ada lagi pengerjaan proyek yang terlambat dilakukan di tahun 2023 khususnya terhadap Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang selaku perangkat daerah yang memiliki anggaran paling besar di lingkungan Pemko Medan.
“Saya ingatkan kedua perangkat daerah itu sudah dapat melakukan pekerjaan di awal tahun anggaran. Pengerjaan yang di atas 6 bulan, saya minta sudah melakukan kontrak kerja di bulan Maret ini sehingga dapat langsung dikerjakan. Harus dihitung untung ruginya jika pekerjaan tidak selesai sesuai waktu. Untuk itu, saya tidak mau lagi ada pengerjaan yang melewati tahun. Saya akan melihat apakah bulan Maret ini pengerjaan sudah dilakukan.” tegasnya.












