Diungkapkannya, lahan itu bisa menampung 600 lubang kuburan. Harga lahan itu Rp.150 juta, tapi baru terkumpul dari masyarakat Rp.90 juta. “Hanya kami merasa ketakutan, sebab yang dibeli lahan garapan. Untuk itu kami berharap lahan itu bisa diajukan untuk dijadikan sertifikat wakaf. Mohon Pak Wali, kami dibantu dalam proses pengajuan hingga menjadi sertifikat wakaf,” harapnya.
Selain tidak adanya lahan pekuburan, warga juga berharap agar halaman masjid Raudhatul Hasanah dipaving block sehingga jamaah nyaman melaksanakan ibadah, terutama saat hujan untuk menghindari terjadinya genangan air. Kemudian dilanjutkan dengan usulan Nanda, warga Jalan Bajak V agar Wali Kota membantu masyarakat dengan program BPJS gratis serta meminta agar Jalan Bajak V diaspal karena belum pernah diaspal sehingga kondisinya memprihatinkan.
Dilanjutkan dengan harapan Sri Susilo, warga Jalan Bajak 3. Mewakili warga, ia berharap agar Wali Kota dapat membuat drainase atau waduk untuk mengatasi banjir yang sering terjadi saat hujan deras turun.
“Selain mengganggu aktifitas warga, shalat berjamaah pun terganggu jika banjir terjadi,” ungkap Susilo seraya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dengan program UMKM karena sangat membantu warga, terutama warga sekitar tempat tinggalnya.












