Bobby Nasution mengatakan, perhelatan ini memberikan ruang dan kesempatan baik bagi dirinya untuk menambah ilmu dan pengalaman dari berbagai kota lain di Indonesia. “Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini yang memerlukan kebangkitan di sektor perekonomian,” ungkapnya.
Saat itu dia juga mengharapkan agar ketiga dimensi utama perwujudan smart city dapat diterapkan agar Medan menjadi kota pintar dengan digitalisasi. Ketiga dimensi utama yakni smart city untuk efisiensi, smart city untuk partisipasi, dan smart city untuk transparansi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya, menyebut momentum pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menjadi momentum untuk smart city.
“Efisiensi, kerja kita menjadi lebih efesiensi. Kedua, smart city untuk partisipasi kita berperan dalam menggerakkan roda perubahan, smart city untuk transparansi, tidak ada korupsi dan tidak ada yang bertentangan dengan hukum,” katanya.
Lima tahun lalu, kata Bima, tidak ada yang membayangkan koordinasi dengan pemerintah pusat bisa berjalan lebih cepat.
“Lima tahun lalu kita tidak pernah membayangkan melakukan zoom metting, berkoordinasi dengan menteri, gubernur dan forkopimda. Karena ada kebutuhan, menjadi lebih cepat,” katanya.












