“Selain itu kita berharap agar Pemko Medan juga dapat mengaktifkan kembali tenaga pembersihan parit secara rutin dengan meminta laporan mingguan dari kepling dan lurah. Laporan itu harus dilengkapi dengan foto dan video lokasi parit maupun draianse yang dibersihkan. Jika ini dilakukan, saya yakin pembersihan yang dilakukan akan lebih maksimal dan masyarakat dapat merasakannya,” ungkapnya.

Tidak itu saja, Krsitian juga mendorong untuk dilakukannya pelebaran disertai pendalaman parit-parit lingkungan yang merupakan parit tersier. Dengan begitu air akan lancar mengalir hingga parit sekunder menuju bak kontrol sebelum ke parit primer. Kemudian mendorong vegetasi dipinggir jalan dan parit sekaligus membuat ruang terbuka hijau untuk resapan air.
“Jika memungkinkan, kita juga mendorong untuk dibangunnya sumur-sumur resapan biopori air, terutama di daerah padat seperti Amplas dan beberapa wilayah di Medan Denai. Sumur-sumur itu nantinya juga dapat dipergunakan sebagai penopang air untuk kinerja pemadaman kebakaran dalam melakukan pemadamam jika di kawasan tersebut terjadi banjir,” harapnya.












