
Kepala Dinas Perhubungan, Iswar mengatakan, sebelumnya perlintasan kereta di Jalan Ayahanda ini ditutup secara manual.
“Sekarang kita buat pintu perlintasan resmi. Perlengkapan, peralatan, dan segala macam, termasuk petugas pos jaga resmi dari Dinas Perhubungan Medan,” sebut Iswar.
Iswar mengatakan, dengan pintu perlintasan kereta api ini diharapkan dapat menjaga keselamatan pengguna jalan dan aksesibilitas masyarakat terpenuhi.
“Apalagi di sekitar sini ada rumah sakit, ada kampus, yang semua itu harus kita support,” ungkapnya. (arh)












