“Agar normalisasi sungai dapat dilakukan secara maksimal, tentunya warga yang tinggal di bantaran sungai harus direlokasi. Dalam melakukan relokasi, tentunya dibutuhkan rumah pengganti yang layak huni bagi warga yang terkena relokasi. Untuk itu kita telah menyiapkan konsep rusunami sebagai solusi dari relokasi yang akan dilakukan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.
Dengan konsep rusunami ini, Bobby Nasution ingin memberikan manfaat bagi masyarakat dan kota, berbeda dari relokasi bantaran sungai sebelumnya. Selain penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal, konsep ini juga akan memberikan rumah yang layak huni bagi warga yang terdampak dari normalisasi sungai tersebut. Bobby optimis pergerakan ekonomi dapat dilakukan jika konsep rusunami ini dapat terwujud.
“Jika relokasi bantaran sungai ini dapat dilakukan, setidaknya ada beberapa manfaat jika program ini terwujud. Tidak hanya penanganan banjir, juga penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat dan pergerakan ekonomi,” ungkapnya.
Konsep rusunami yang diusung Bobby Nasution dalam relokasi bantaran sungai dengan mengedepankan manfaat bagi masyarakat mendapat apresiasi Indra Fauzan SHI MSoc Sc PhD, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisip USU) Menurut Indra, konsep yang diusung itu sangat baik dan penting dilakukan. Sebab, penanganan banjir yang dilakukan diikuti dengan memberikan solusi atas masalah sosial yang timbul akibat normalisasi tersebut.












