Tujuan Gerakan Cetak Sawah Mandiri itu antara lain memang mau meningkatkan peran aktif masyarakat secara perorangan maupun kelompok dalam mengelola usaha taninya dan menambah luas lahan sawah.
Ia mengungkapkan di depan Tim Juri yang diketuai oleh wartawan senior Yusuf Susilo Hartono dengan anggota Ketua PWI Pusat Atas S. Depari, DR. Ninok Leksono, DR. Nungki Kusumastuti, dan kritikus seni rupa Agus Dermawan T bahwa programnya telah memberi hasil yang memuaskan.
“Sekarang sudah ada ketersediaan stok pangan dan kesiapan saat menghadapi bencana,” ujar Bang Wiwik dengan bangga.
Gerakan ini juga menyasar penanaman varietas padi unggul, yaitu Inpari IR Nutri Zinc. Varietas Inpari IR Nutri Zinc ini diproyeksikan sebagai bahan pangan untuk meminimalisir stunting karena kandungan gizinya.
Padi itu mengandung Zinc sebanyak 6 persen lebih tinggi dari pada varietas padi lainnya sehingga sangat baik bagi bayi.
“Beras merupakan salah satu pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi makanan pengganti ASI untuk bayi,” ujarnya.
Persoalan memang muncul kemudian berkaitan dengan melimpahnya panen padi, termasuk padi organik. Siapa yang harus membelinya? Bang Wiwik tak hilang akal. Sebagai orang nomor satu di Serdang Bedagai, ia mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli beras organik yang telah dihasilkan. Beras organik Serdang Bedagai ini telah mendapat sertifikasi beras organik.












