“Kami membuat program ekonomi berbasis kerakyatan. Namanya ‘Grebek Dahsyat’, yaitu gerakan belanja bersama kebutuhan dapur dan harian di pasar rakyat,” kata Bupati.
“Saya meminta seluruh ASN membeli kebutuhan harian di berbagai pasar rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai mengingat dampak pandemi COVID-19,” ungkapnya.
Ternyata, Gerakan Cetak Sawah Mandiri diam-diam mempunyai tujuan meminimalisir penyusutan lahan pertanian.
“Konversi atau alih fungsi lahan pertanian ini disebabkan oleh kebutuhan infrastruktur, tempat tinggal, juga industri,” jelas Bupati Darma Wijaya.
“Bila ini terjadi, maka hal itu berpotensi menimbulkan gangguan ketahanan pangan karena lahan menyempit, hasil panen pun ikut berkurang,” tambahnya.
Gerakan Cetak Sawah Mandiri tidak hanya menambah lahan persawahan, tetapi juga melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi lahan pertanian oleh masyarakat secara mandiri. Caranya, mencetak lahan persawahan baru, mengoptimalkan lahan sawah yang sudah ada, dan tidak mengalihfungsikan lahan persawahan.
Maka, Kabupaten Serdang Bedagai yang sejak lama dikenal sebagai daerah dengan lahan perkebunan sawit, kelapa, karet, dan kakao, kini menjadi kabupaten penghasil beras terbesar di Sumatera Utara. Semua itu adalah buah dari gerakan Cetak Sawah Secara Mandiri. Dan, Bang Wiwik pun mendapat Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023.












