“Tapi kalau kita mau gotong royong, kondisi darurat mudah-mudahan bisa menjadi solusi sementara,” imbuh Bupati.
Boru Saragih seorang warga setempat mengatakan bahwa dirinya bersama warga meminta Pemkab Sergai untuk membuat bronjong penahan tanah agar dinding Sungai tidak terus-terusan terkikis.
“Kami mau Pak, dibikin bronjong biar gak jebol lagi tanggulnya kalau nanti diperbaiki,” kata dia.
Terpisah, Kadis PUPR Sergai Johan Sinaga melalui Kepala Bidang Irigasi, Heru, menyampaikan bahwa setiap tahun pihaknya terus mengusulkan program pengerjaan wilayah sungai Sibarau.
Dijelaskannya jika Sungai Sibarau yang melintasi Kabupaten Sergai panjangnya mencapai 33 km. Jadi, setiap tahun selalu kami usulkan. Tahun ini pengerjaan BWSS II untuk Sungai Sibarau ada di Desa Meriah Padang, ungkapnya sambil menambahkan jika PUPR Sergai sudah mengusulkan bronjong untuk di Desa Dolok Sagala.
“Kita sudah usulkan itu dan kemarin sudah disurvei BWSS II. Jadi tinggal menunggu perkembangannya. Kami juga sudah berupaya melakukan rehab darurat pakai eskavator. Namun terkendala izin warga,” pungkasnya.
Penulis: Aris
Editor: Cut Riri












