“Kilang padi ini sekarang sudah punya mesin pengering gabah. Jadi gabah yang baru dipanen, dapat langsung diolah. Tidak perlu waktu lama, gabah dapat diproses menjadi beras. Tidak perlu lagi bergantung atau mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah, karena mesin ini dapat melakukan fungsi serupa,” jabarnya.
Bang Wiwik berharap, dengan semakin modernnya proses produksi di BUMD PT. Dhirga Surya, petani memiliki pilihan atau alternatif tambahan.
“BUMD ini bisa menjadi salah satu pilihan petani untuk menjual gabahnya. Kalau penyerapan gabah lebih baik, diharapkan harga gabah petani dapat menjadi lebih stabil. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak dalam pengendalian inflasi di daerah,” ujarnya lagi.
Sementara itu Gubsu Edy Rahmayadi menyebut kehadiran mesin produksi baru di BUMD PT. Dhirga Surya dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan profesional.
“Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang surplus beras di Indonesia. Sedangkan Sergai termasuk salah satu daerah di Sumatera Utara yang jadi lumbung padi provinsi. Nomor dua di bawah Deli Serdang. Maka dengan adanya alat-alat modern seperti ini, kita harapkan dapat meningkatkan produksi beras, mengingat efisiensi waktu dengan penggunaan mesin modern ini dapat meningkatkan hasil produksi beras,” tutur Gubsu.












