Krisis Iklim Penyebab Inflasi Pangan
Perubahan iklim atau yang saat ini lebih dipertegas dengan istilah krisis iklim merupakan kondisi yang mengacu pada perubahan ekstrim jangka panjang terkait suhu dan pola cuaca. Pada dasarnya perubahan ini dapat terjadi secara alami, tetapi sejak era revolusi industri abad ke-18, perubahan ini terjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan masifnyapenggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas rumah kaca (GRK) sejak saat itu.
Krisis iklim bagi Indonesia sesungguhnya dapat berdampak pada semua sektor, tetapi salah satu sektor yang paling terdampak dan mempengaruhi sektor lain yaitu sektor pertanian. Sektor pertanian yang pada dasarnya sangat bergantung pada temperatur, ketersediaan air, curah hujan akan sangat terdampak akibat terjadinya krisis iklim.
Krisis iklim yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti curah hujan ekstrim, angin kencang, banjir, kekeringan, hingga puting beliung. Perubahan pola musim dan bencana tersebut tentu saja mengancam terjadinya gagal panen di sektor pertanian.
Gagal panen menjadi salah satu momok yang paling ditakuti oleh para petani. Namun seharusnya, gagal panen juga menjadi ancaman bagi seluruh masyarakat. Pasalnya gagal panen ketika terjadi terus-menerus akan menurunkan suplai kebutuhan pangan.












