Revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan Bobby Nasution bukan saja menyahuti aspirasi masyarakat. Lapangan yang berada di pusat kota ini akan tetap dipertahankan sebagai ruang kota bersejarah, juga menjadikannya sebagai infrastrukur. Gubsu Edy Rahmayadi telah menyatakan dukungannya, bahkan menjanjikan bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp100 miliar.
Pemko Medan sendiri telah menyusun perencanaan untuk revitalisasi ini, termasuk infrastruktur pedestrian, drainase, air limbah, hingga pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah.
Revitalisasi ini mempertahankan pohon trembesi tua dan fungsinya sebagai ruang terbuka publik, juga sebagai mitigasi perubahan iklim. Selain itu, Lapangan Merdeka pun didisain sebagai ruang kota yang mengapresiasi sejarah Medan dan sejarah Proklamasi Kemerdekaan. Revitalisasi ini juga diharapkan dapat menjadikan Lapangan Merdeka sebagai “void”, ruang terbuka kota, ruang kontemplasi dan refleksi untuk memahami sejarah masa lalu dan menyiapkan langkah pembangunan ke masa depan.












