Demikian pula wartawan disebutkan OK Faizal sangat berperan membantu melalui pemberitaan maupun saran peningkatan PAD dan penataan aset daerah.
“Intinya bagaimana aset yang mati, mubazir, tidak dipakai diaktifkan yang muaranya penambahan PAD”, tandasnya.
Pada dialog interaktif, dibicarakan aset seperti Pantai Jono yang belum dikuasai Pemkab Batu Bara akibat perseteruan disana.
Terkait Pantai Jono, Kabid Aset Noval Boster Marpaung menyebutkan Pemkab Batu Bara melalui BPKAD sedang melakukan pendataan.
“Kita sedang mendata pihak-pihak yang mengaku memiliki lahan di Pantai Jono. Kita akan minta surat jual belinya, siapa pejabat yang menandatanganinya dan sejak kapan lahan dimaksud dimilikinya”, sebut Noval.
Dikatakan Noval, setelah selesai pendataan mereka bersama instansi terkait mencari solusi penanganan agar aset tersebut menjadi aset Pemkab yang dapat menyumbang PAD seperti Pantai Sejarah.
Untuk menggenjot PAD, Kabid Penagihan, Keberatan dan Pelaporan Bapenda Batu Bara Ferry Agustian menyebutlan BBN KB dan pajak kendaraan akan dikejar untuk menggenjot PAD.
“Untuk tahap awal segera terbit SE Bupati yang menginstruksikan kendaraan luar milik ASN dan pejabat desa agar di BBN kan ke Batu Bara. Nantinya 50% dari biaya tersebut kembali ke kas Pemkab Batu Bara”, tandas Ferry.












