Sementara Ketua DPRD Tulungagung Marsono mengungkapkan, kapasitas musholla sendiri kalau tidak ada Covid-19 terisi 40 – 50 orang, karena masih Covid tentunya fasilitas tersebut belum bisa dimaksimalkan.
Lebih jauh Marsono menjelaskan, di bangunnya Mushola di DPRD dapat dimanfaatkan dan di pelihara sebaik baiknya terutama kemakmurannya. Diharapkan pula dapat tercipta generasi yang berakhlak mulia dan berakhlak Qur’an agar bermanfaat bagi generasi berikutnya.
Diketahui, “nama Al- Iklas seperti di maksudkan agar kita semua dapat menerima dengan iklas, kerja iklas, semuanya iklas, kita bermitra dengan bapak Bupati iklas dan kita berfikir tentang kerakyatan juga iklas. Spiritnya iklas berarti tidak ada keluh kesah ketika kita melakukan sebuah pekerjaan. Karena semua itu sebenarnya adalah kewajiban”, jelas Marsono.
Penulis : Gusty Indah
Editor : Mery Ismail S.sos












