Hashim juga bercerita bahwa sikap Prabowo yang bergabung pada Kabinet Joko Widodo 2019-2024 karena untuk kepentingan bangsa dan negara. Prabowo, katanya, tidak ingin pendukungnya terlibat konflik perang saudara seperti di Yaman dan Libya.
“Beliau bersedia menjadi bawahan Presiden Joko Widodo walaupun sebelumnya merupakan rival dalam kontestasi Pilpres 20192024. Itu untuk kepentingan bangsa dan negara,” tukas Hashim seraya mengaku salah satu perjuangan Prabowo menjadi Presiden karena ingin mewujufkan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.












