Ia menambahkan bahwa pers yang kuat, independen, dan berintegritas akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah serta memperkuat demokrasi.
Menurutnya, hubungan antara pemerintah dan pers harus tetap berjalan dalam koridor saling menguatkan tanpa menghilangkan fungsi kontrol sosial media terhadap kebijakan publik.
Ia berharap pers di Indonesia, khususnya di Kota Sibolga, dapat terus berkembang menjadi lebih maju, kritis, namun tetap konstruktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menutup keterangannya, Jamil Zeb Tumori menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers dalam koridor hukum dan etika agar tetap memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas serta memperkuat demokrasi yang sehat.












