Kelurahan Sebut Sudah Surati DLH
Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Nasution, juga membenarkan pohon tumbang tersebut mengenai kendaraan dinas Ketua DPRD Medan.
“Iya benar bang. Kabarnya pohon tumbang di depan kantor lurah dan menimpa mobil dinas Ketua DPRD Kota Medan. Saya juga sedang memantau situasi di sekitar kelurahan dan anggota sudah saya kerahkan untuk meninjau ke lokasi,” ujar Rivai.
Rivai menyebut, sebelum kejadian, pihak kelurahan disebut telah menyampaikan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terkait sejumlah pohon yang dinilai sudah terlalu rindang dan berusia tua.
Namun, menurut Rivai, permintaan pemangkasan tersebut belum mendapat tindak lanjut hingga pohon akhirnya tumbang.
“Sebenarnya bang, kami sudah pernah menyurati Dinas Lingkungan Hidup untuk memangkas pohon, namun belum ada jawaban,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi informasi dari pihak kelurahan mengenai adanya permohonan pemangkasan sebelumnya. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai waktu pengiriman surat maupun tindak lanjut administratif atas permohonan tersebut.
DLH: Tim Sudah di Lokasi
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi memberikan keterangan singkat ketika dikonfirmasi mengenai pohon yang menimpa dua kendaraan dinas tersebut.
“Tim sudah di sana ya,” tulis Melvi melalui WhatsApp.
Kejadian ini kembali menempatkan persoalan pemeliharaan dan pemangkasan pohon di ruang publik sebagai perhatian, terutama ketika terdapat laporan mengenai kondisi pohon yang dinilai berisiko.
Di sisi lain, hujan deras dan angin kencang juga menjadi faktor yang dapat menyebabkan pohon atau bagian pohon tumbang. Karena itu, penanganan pohon berisiko dan respons terhadap laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi potensi kerusakan maupun bahaya bagi pengguna jalan dan warga.
Dalam kasus ini, kerusakan dua kendaraan dinas menjadi dampak material yang dilaporkan. Sementara itu, tindak lanjut terhadap pohon-pohon lain yang dinilai rawan tumbang menjadi hal yang perlu mendapat perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.












