Petugas akhirnya menemukan kendaraan yang dimaksud di depan Gudang Wartel Direksi Rio. Beberapa remaja kembali berusaha melarikan diri ketika melihat polisi, sementara sebagian lainnya tidak sempat keluar dari kendaraan.
“Begitu melihat kehadiran petugas, beberapa remaja langsung melarikan diri. Namun, beberapa lainnya berhasil diamankan di dalam mobil karena tidak sempat melarikan diri,” ujar Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan, S.H.
Dari pemeriksaan terhadap mobil tersebut, polisi menemukan satu bilah pisau jenis tumbuk lada dengan gagang kayu dan sarung berwarna hitam.
Petugas juga mendapati tiga botol yang berisi kain dan bahan bakar Pertalite. Benda tersebut diduga berkaitan dengan persiapan bom molotov, namun dugaan penggunaan maupun keterkaitan masing-masing barang masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan kepolisian.
Sebelum pengamanan dilakukan polisi, Sekdes bersama warga juga telah mengamankan tiga bilah senjata tajam yang dibawa dalam rombongan. Jenisnya disebut berupa samurai, celurit, dan parang.
Enam remaja yang diamankan masing-masing berinisial RS (17), BT (18), JG (17), RRP (17), RP (18), dan RS (17). Mereka masih berstatus pelajar dan disebut berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Simpang Empat, Berastagi, serta Kecamatan Merdeka.












